[fiction about two different persons connected by Chinese food
]
Indojaya Plaza Building.
Kayla malas keluar kantor bersamaan dengan teman-teman lain karena itu berarti menantang kemacetan lalu-lintas.
“La, bener lo gak langsung pulang nih?” tanya Risa.
“Iya, Sa, ogah gue liat macet, udah stres berat hari ini,” jawab Kayla.
“Sori gak nemenin ya, gue duluan. Bye!”
“Bye!”
Kayla menghela napas, merentangkan kedua tangannya di ruangan kantor yang kelihatan luas dan lega tanpa teman-temannya.
Enaknya ngapain ya? Gak ada mood main game, apalagi buka FB.. Chatting.. bete banget kali diajak chat jam-jam sumpek gini.
Kruuukkk. Perut Kayla berbunyi meminta jatah makan malam. Akhirnya dia menelepon resto Chinese food langganannya.
***
Water Dragon Chinese Restaurant.
“Rico, si Aris pulang karena bapaknya sakit, kamu bantuin mama delivery pesenan orang ya.”
Rico menghentikan aktivitasnya di depan komputer. Coding yang membuatnya ketagihan tidak bisa mengalahkan rasa cintanya pada wanita yang sudah membesarkannya seorang diri itu.
“Rico pergi dulu ya ma,” Rico mencium mamanya dan segera menyusuri kemacetan khas jam pulang kantor dengan motor kesayangannya.
***
Indojaya Plaza Building.
“Mbak Kayla yg accounting? Lantai 9, mas. Biasanya yang nganter kan mas Aris..” kata satpam gedung.
“Iya, Aris lagi mudik, bapaknya sakit. Saya naik dulu ya, pak. Makasih,” sahut Rico yang kemudian berjalan menuju lift.
Rico melihat ruangan kaca yang nyaris kosong. Dia hanya melihat seorang wanita muda sedang berdiri memandang keluar jendela besar yang menghadap kota dengan lampu-lampu yang mulai menyala disana-sini seiring datangnya gelap malam.
“Mbak,” panggil Rico dari pintu.
Kayla menoleh, “ya?”
“Delivery,” kata Rico.
“Oh, iya..” Kayla bergegas menghampiri Rico walau setengah bingung karena bukan Aris yang mengantar pesanannya.
“Dua nasi putih, satu ayam ca jamur, satu tumis kangkung, satu bakso kuah, satu porsi lumpia goreng..” Rico memastikan pesanan yang dibawanya sudah benar.
“Sip deh. Makasih ya.. Tapi ngomong-ngomong si Aris mana?” Kayla menghitung uang untuk membayar
“Dia lagi mudik, bapaknya sakit,” pandangan mata Rico menyapu seluruh ruangan, “lembur, mbak?”
“Ehm.. Gak juga sih.. Males aja kena macet. Mana weekend begini..”
“Oh, untung gak sendirian ya”
Kayla merinding, dia berbisik, “emang kamu liat orang lain selain saya?”
Rico bingung, lalu menjawab, “emang makanan segitu banyak dihabisin sendirian ya?”
Kayla tertawa. “Biasanya sebagian buat sarapan besok pagi.”
“Oh.. ” Rico ikut tertawa menyadari kesalahpahamannya.
“Eh, kamu udah makan belom?”
“Hmm.. Kayaknya sih belom” Rico mengingat codingnya sejak tadi siang.
“Temenin saya makan yuk”
“Hah?”
“Tanggung jawab dong, kamu udah bikin saya ketakutan”
Jadilah Rico duduk disana menemani Kayla makan dengan lahapnya.

Night
/ January 26, 2012“Jadi, berapa nih semuanya? ” tanya Kayla setelah mereka selesai bersantap.
“Eng, total jadi 40,000 mbak”
“Ok deh, en thanks yak udah nemenin mbak makan” ujar Kayla sambil menyerahkan selembar dua puluh ribuan.
“Lah koq cuma 20,000 mbak?”
“Iya, goceng tip buat lo temenin mbak makan”
“Hah!?”
“Ih, cakep-cakep koq oon! Lo tuh kan tadi ikutan makan ya bayarnya bagi 2 donk, gimana sih!? Trus tadi mbak makan nasi cuma setengah, en ambil lumpianya 1 doank, sedangkan elo makan nasi 1 1/2 porsi plus nyamber lumpia 2 biji, jadi itungannya lo makan 25rb en mbak makan 15rb!”
“Alamakjan! potong uang saku dah ntar ” batin Rico sambil berjalan lesu keluar ruangan dengan plakat kayu besar digantung dipintu bertuliskan “ACCOUNTING ROOM”
Eva
/ January 27, 2012yang sesama accounting neh… ketauan belangnya…